Selasa, 31 Januari 2017

Peringati Harlah NU ke-91 , IPNU IPPNU Komisariat Syubbanul Wathon Gelar Upacara Bendera



IPNU IPPNU Komisariat Syubbanul Wathon Tegalrejo Magelang menggelar peringatan Harlah NU Ke-91 berupa upacara bendera pada Selasa (31/1) di Komplek PP. API ASRI Tegalrejo.
Upacara diikuti oleh semua pengurus dan anggota IPNU IPPNU Komisariat Syubbanul Wathon yang tidak lain adalah santri Pondok Pesantren API ASRI Tegalrejo . Selain itu juga dihadiri segenap dewan pengurus dan pembimbing SMP-SMA-SMK Syubbanul Wathon Tegalrejo Magelang .
Upacara dilaksanakan 2 kali, pagi untuk santri putra dan siang untuk santri putri berikut petugas upacaranya.
Bertugas menjadi pembina upacara Kaur Kesiswaan SMK Syubbanul Wathon, Baidlowi. Dalam kesempatan tersebut, Baidlowi menyampaikan sejarah lahir dan kontribusi NU bagi NKRI.
"Berdirinya Organisasi Nahdlatul Ulama ini tidak layaknya berdirinya oraganisi-organisasi lain, dengan harus adanya izin gubernur, bupati dan lain sebagainnya. Tapi ini melalui sebuah Hidayah petunjuk dari ALLAH SWT, yang pada tahun 1924 KH Wahab Hasbullah dari Tambakberas mengusulkaan kepada Hadrotusyaich KH Hasyim Asy'ari untuk mendirikan jam'iyah para Ulama, tapi tidak langsung di amini oleh beliau, beliau melakukan istikhoroh berkali-kali, Hadrotusyaich KH Hasyim Asy'ari melakukan istikhoroh tetapi hasilnya tetap nihil. Bahwa Ternyata petunjuk dari ALLAH ini datangnya kepada guru besar beliau yaitu Syaikona Kholil dari bangkalan madura, yang kemudian mengutus santrinya yang bernama As'ad yang kita kenal dengan KH Raden As'ad diutus oleh kyai kholil untuk mengantarkan sebuah tongkat untuk diantar ke tebuireng jombang, dengan menghafal surat Toha ayat 17 sampai 23 .
Sesampainnya di tebuireng kemudian di serahkanlah tongkat itu kepada kyai hasyim ayat itu dibacakan dan  kyai hasyim faham bahwa itu restu dari gurunya untuk mendirikan sebuah jam'iyah . Tetapi ternyata pesan dari sang kyai tidak hanya satu kali itu saja. pada tahun 1925 beliau berpesan lagi dan lagi-lagi lewat santri yang bernama as'ad untuk mengirimkan pesan kepada Kyai Hasyim . Dengan sebuah tasbih yang dikalungkan dilehernya dengan bacaan asmaul husna ya jabbar ya qohar sebanyak 3 kali. Tasbih yang berada di leher As'ad tidak pindah posisinya dari apa yang telah dikalungkan oleh Kyai Kholil Bangkalan. Hingga Hadrotusyaich KH Hasyim Asy'ari mengambil tasbih itu sendiri . Itu artinya restu dari guru telah didapatkan . dan puncaknya di Surabaya Nahdlatul Ulama ini berdiri dengan beberapa tujuan yaitu: 1 . memelihara , mengamalkan, dan mengembangkan ajaran ahlusunnah wal jamaah.  2. untuk mempersatukan langkah ulama saat itu yang memang berhaluan ahlusnnah wal jamaah dan para pengikutnya sehingga lahirlah NU Nahdlatul Ulama secara struktural dan Nahdlotul Ulama secara kultural. dan yang 3. melakukan gerakan gerakan untuk kemajuan bangsa , dan mengangkat harkat martabat manusia . Sehingga peran penting Nahdlatul Ulama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dimulai sejak berdirinya bahkan banyak tokoh agama dan tokoh nasional mengatakan bahwa, NU lah yang saat ini sebagai pemain tunggal dalam menjaga NKRI, Bhineka tunggal ika, Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia ." begitulah kutipan amanat dari pembina upacara .
By : Admin www.apiasri.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar