Kamis, 03 November 2016

Nonton Bareng Gus Yusuf “Jalan Dakwah Pesantren”


Sabtu, 28 Oktober 2016 pukul 21.00 Ponpes API ASRI Tegalrejo Magelang mengadakan kegiatan nonoton film bersama Gus Yusuf yang berjudul “Jalan Dakwah Pesantren”. Acara tersebut diikuti oleh seluruh santri putra dan putri serta pengurus. Nonton bareng ini juga dihadiri oleh KH. Nasrul Arif selaku pengasuh, KH. Yusuf Chudlori selaku ketua Yayasan Syubbanul Wathon, Sutradara film Jalan Dakwah Pesantren Yuda Kurniawan, serta Produser Filmnya Hamzah Sahal.
Diawal tayangan dijelaskan bahwa pesantren merupakan pendidikan tertua di Indonesia. Karena pesantren telah berdiri sebelum Indonesia merdeka dan ikut berpartisipasi dalam perjuangan melawan penjajah.
Dalam tayangan tersebut, Yudha sang pengarang film meliput berbagai pendapat dari berbagai tokoh agamadan guru ngaji.
        Dalam film dokumenter tersebut, berbagai Pondok Pesantren salaf maupun modern menjadi objeknya. Terdapat banyak cuplikan-cuplikan kegiatan sehari-hari para santri yang memperlihatkan banyak pelajaran. Diantaranya tentang kesederhanaan, kebersamaan, disiplin, bermasyarakat dan gotong royong.
           Salah satu pendapat tokoh dalam film dokumenter  tersebut mengemukakan bahwa pesantren itu hidup dilingkungan masyarakat dan dekat dengan masyarakat.. jadi memang benar, pesantren-pesantren yang ada di Indonesia berdiri di tengah-tengah lingkungan masyarakat. Secara langsung itu membuat para santri mudah berinteraksi, berbaur dan gotong-royong dengan masyarakat.
           Dalam ranah santri, takdim/hormat terhadap guru adalah hal yang sangat penting. Mencari ridho seorang guru itu kunci maksuknya ilmu yang diajarkan, hormat kepada guru dapat ditunjukkan dengan berperilaku sopan dan menunduk saat bertemu dengan guru.
        Dalam kegiatan tersebut, para santri sangat antusias. Selain menonton film, terdapat sesi diskusi langsung dengan narasumber. Salah satu permasalahan yang dibahas yaitu tentang “Bagaimana pandangan masyarakat terhadap pondok pesantren itu?”. Dijelaskan bahwa di era globalisasi ini tentunya banyak masyarakat yang telah beralih budaya. Pandangan masyarakat terhadap pesantren mungkin ada yang menganggap baik da nada yang menganggap kurang baik. Untuk menumbuhkan pandangan baik masyarakat terhadap pesantern itu harus berawal dari santrinya. Sebagai santri, kita harus mampu membawa nilai-nilai baik pesantren ke dalam masyarakat. Sebagai santri sebaiknya kita melestarikan budaya dan nilai-nilai yang ada di pesantren sebagai upaya kita dalam menyebarluaskan  agama islam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar