Senin, 24 Oktober 2016

Persembahan dari Santri untuk Negeri



                
                  Dengan adanya peringatan Hari Santri Nasional, santri Pondok Pesantren API ASRI Tegalrejo Magelang ikut memeriahkan peringatan tersebut dengan diadakanya beberapa kegiatan.
                Kegiatan pertama yang dilakukan adalah membaca Sholawat Nariyah 1 milyar untuk keselamatan bangsa. Yang mana kegiatan tersebut dilaksanakan pada malam sabtu tanggal 21 Oktober 2016  yang dipimpin oleh pengasuk Pondok Pesantren API Asri Tegalrejo Magelang beliau KH. Nasrul Arif. Kegiatan tersebut dilakukan dengan  harapan berdo’a untuk keselamatan tanah air Indonesia.
                Kegiatan selanjutnya hari Sabtu, 22 Oktober 2016 diadakan upacara Peringatan Hari Santri Nasional yang dilaksanakan di lapangan Desa Dlimas Tegalrejo.  Peringatan Hari Santri Nasional kali ini merupakan peringantan ke-2 yang dilakukan oleh Ponpes API ASRI Tegalrejo Magelang. Upacara tersebut dihadiri oleh Ketua Yayasan Syubbanul Wathon beliau KH. Yusuf Chudlori, Pengasuh Ponpes API ASRI KH. Nasrul Arif dan KH. Ahmad Izzuddin, segenap pembimbing SMP SMK dan SMA Syubbanul Wathon, segenap jajaran pengurus Ponpes API ASRI dan seluruh santri putra putri Ponpes API ASRI Tegalrejo Magelang yang berjumlah sekitar 3000 santri.
                Kegiatan peringatan hari santri kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Kali ini petugas upacara dan paskibra serta Marching Band Syubbanul Wathon berkostum ala santri dengan mengenakan sarung serta peci. Hal tersebut berarti bahwa santri nusantara juga mempunyai jiwa nasionalisme dan patriotisme.
                Pada saat upacara berlangsung, semua santri mengikuti upacara dengan khidmat. Inspektur upacara kali ini adalah KH. Ahmad Izzuddin, Lc. MSi . Dalam amanatnya, beliau menyampaikan tentang sejarah diadakannya Hari Santri Nasional pada tanggal 22 Oktober 2016. Beberapa tokoh santri yang ikut dalam resolusi jihad NU seperti KH. Hasyim Asy’ari, Syekh A Suropati dan Bung Tomo.
                Adanya Hari Santri Nasional bertujuan agar kita selalu ingat dengan semangat pejuang santri dan semangat cinta tanah air. Di tahun ini kita rajut kemerdekaan dengan kesatuan Indonesia, semangat menyatukan Indonesia dan mengajak bergabung dengan program “Ayo Mondok” ,karena pesantren adalah pendidikan tertua di Indonesia.
                Setelah upacara peringatan Hari Santri Nasional selesai, dilanjutkan dengan kirab (pawai) yang diikuti oleh seluruh peserta upacara. Kirab tersebut diramaikan dengan ikon ondel-ondel ala santri serta logo NU. Para masyarakat sekitar juga sangat antusias dalam menyaksikan kirab tersebut.
                Semoga dengan adanya peringantan Hari Santri Nasional ini,

para santri dapat mempersembahkan yang terbaik bagi nusantara.


Kami mengucapkan, Selamat Hari Santri Nasional

1 komentar:

  1. Aaaaamiinnn ...

    Semoga santri Indonesia khususnya Santri Syubbanul Wathon dapat menjadi generasi penerus bangsa yang menjunjung adab dan tata Krama dalam hal apapun dan memajukan bangsa dengan budaya yang luhur...

    BalasHapus